Materi Ikatan Kimia

Materi Ikatan Kimia
Materi Ikatan Kimia

Keberadaan unsur di alam tidak selalu bebas atau sebagai unsur tunggal tetapi selalu berikatan dengan dengan unsur atau atom yang lain sehingga terbentuklah ikatan kimia yang stabil.

Pengertian dan Kaidah Duplet Oktet

Ikatan kimia merupakan interaksi tarik menarik antara dua unsur atom maupun molekul secara fisikawi sehingga terbentuk suatu senyawa diatomik dan atau poliatomik yang stabil.

Kestabilan tersebut biasanya mengikuti konfigurasi elektron gas mulia, perhatikan tabel konfigurasi atom gas mulia sebagai  berikut.

Tabel Konfigurasi Atom Gas Mulia
Tabel Konfigurasi Atom Gas Mulia

Menurut Lewis dan Kossel yang menyatakan bahwa agar konfigurasi elektron bisa stabil maka elektron terluarnya harus duplet (2) atau oktet (8).

Dari tabel tersebut dapat kita lihat bahwa ikatan atom berusaha menstabilkan dengan berusaha memiliki 8 elektron atau 2 elektron.

Konfigurasi tersebut mengikuti aturan konfigurasi gas mulia yaitu jika elektron terluarnya mempunyai 8 elektron valensi disebut aturan konfigurasi oktet dan jika elektron terluarnya mempunyai 2 elektron disebut aturan duplet.

Berdasarkan kaidah duplet oktet tersebut, agar konfigurasi elektron tersebut memenuhi kaidah kestabilan maka harus ada perpindahan elektron artinya ada pelepasan dan penangkapan elektron.

Jadi ikatan kimia merupakan interaksi antara unsur atom yang membentuk ikatan yang mengikuti aturan atau kaidah gas mulia dengan cara melepaskan dan atau menerima elektron dan terjadi pemakaian elektron secara bersama-sama sehingga terbentuk ikatan yang stabil.

Jadi sudah faham ya apa itu ikatan kimia dan kaidah duplet dan oktet. Selanjutnya akan kita bahas terkait macam-macam ikatan kimia beserta gambarnya.

Macam-macam Ikatan Kimia

Ikatan Ion

Pengertian

Kata kunci yang perlu diingat dalam ikatan ion adalah ion positif dan ion negatif. Jadi ikatan ion ini terbentuk karena adanya gaya elektrostatis yaitu gaya tarik menarik antara ion positif dan ion negatif.

Karena adanya gaya elektrostatis tersebut, ikatan ion ini sering disebut juga ikatan elektrovalen.

Pada ikatan ion terjadi penerimaan dan pelepasan elektron. Atom yang menerima elektron disebut anion yang menjadi ion negatif dan atom yang melepaskan elektron disebut kation yang menjadi ion posiitif.

Ringkasnya seperti ini, setiap atom mempunyai afinitas elektron yang mempunyai energi ionisasi. Nah atom yang mempunyai energi ionisasi rendah tentu akan mudah melepaskan elektron.

Kemudian atom/unsur yang mempunyai energi ionisasi rendah tersebut akan membentuk ion positif.

Elektron yang dilepaskan oleh atom dengan energi ionisasi rendah tersebut selanjutnya akan ditangkap oleh atom yang mempunyai energi ionisasi yang lebih besar dan membentuk ion negatif.

Sehingga terjadilah gaya tarik menarik yang stabil antara ion negatif dan ion positif dan terbentuklah senyawa yang bersifat netral yaitu senyawa yang mempunyai ikatan ion. 

Senyawa yang mempunyai ikatan ion pada umumnya terbentuk dari ikatan antara atom unsur logam dan atom unsur non logam. Senyawa dengan ikatan ion tersebut biasa disebut senyawa ionik.

Contoh

Contohnya senyawa NaCl. Perhatikan gambar berikut ini.

Ikatan Ion Senyawa NaCl
Ikatan Ion Senyawa NaCl

Persamaan kimia NaCl dapat dilihat berikut ini.

 Na –> Na+ + e

(2, 8, 1) –>  (2, 8)

Cl + e –> Cl

(2, 8, 7) –> (2, 8, 8)

Na+ + Cl –> NaCl

Senyawa ionik yang mengandung ion negatif dan positif pada umumnya tersusun dalam jumlah tertentu, sebagai contoh NaCl.

Senyawa NaCl berbentuk kristal dengan struktur kimia berbentuk kubus yang mana ion-ion Na+ dikelilingi 6 ion Cl.

Sifat Senyawa Ion 

Beberapa senyawa yang mengandung ikatan ion mempunyai sifat-sifat sebagai berikut :

  1. Mempunyai struktur kristal yang keras tapi rapuh.
  2. Pada suhu kamar berwujud padat.
  3. Mempunyai titik lebur dan titik leleh yang tinggi.
  4. Mudah larut dalam pelarut air dan sulit larut dalam pelarut organik.
  5. Dalam wujud padat tidak dapat menghantarkan arus listrik, tapi dalam wujud cair atau lelehan/larutan dapat menghantarkan arus listrik.

Ikatan Logam

Pengertian

Selain ikatan ionik, ada juga ikatan kimia yang terjadi karena adanya penggunaan elektron-elektron valensi antar atom logam secara bersamaan.

Ikatan kimia inilah yang kita sebut dengan Ikatan Logam. Misalnya logam seng, besi, dan perak.

Berbeda dengan ikatan ion maupun ikatan yang lainnya, ikatan logam melibatkan begitu banyak elektron. Bahkan ada sebuah teori yang menyematkan Teori Lautan Elektron untuk ikatan logam ini.

Lautan Elektron

Penjelasannya seperti ini. Kita ambil contoh ikatan logam pada logam besi.

Pada ikatan logam besi kedudukan elektron valensi suatu atom besi dapat terjadi tumpang tindih terhadap tempat kedudukan untuk elektron valensi pada atom-atom besi (Fe) yang lainnya.

Tumpang tindih tersebut mengakibatkan elektron valensi dari atom-atom Fe dapat bergerak bebas dalam ruang antar ion-ion atom Fe sehingga terbentuklah Lautan Elektron.

Lautan Elektron
Lautan Elektron

Selain itu terjadi juga gaya tarik menarik yang disebabkan adanya muatan yang berlawanan antara Fe2+ (positif) dan 2 e (negatif) sehingga terbentuk sebuah ikatan yang disebut ikatan logam.

Sifat Ikatan Logam

Ikatan logam secara umum mempunyai sifat-sifat sebagai berikut :

  1. Berwujud padat pada suhu kamar, kecuali logam Hg.
  2. Mempunyai struktur keras tapi lentur dan dapat ditempa serta dapat diulur menjadi kawat.
  3. Mempunyai titik leleh dan titik didih yang tinggi.
  4. Merupakan penghantar panas dan listrik yang baik sehingga banyak dimanfaatkan untuk peralatan listrik dan rumah tangga.
  5. Tampak mengkilap.

Ikatan Kovalen

Pengertian

Ikatan kovalen merupakan ikatan yang terjadi karena adanya pemakaian secara bersamaan pasangan elektron oleh atom-atom yang saling berikatan.. 

Namun ada juga pasangan elektron yang dipakai secara bersamaan tersebut berasal dari salah satu atom yang berikatan sehingga membentuk apa yang namanya ikatan kovalen koordinasi.

Berdasarkan keterikatan dalam pasangan ikatan ada 2 jenis pasangan elektron dalam ikatan kovalen antara lain :

  1. Pasangan Elektron Ikatan atau PEI merupakan pasangan elektron valensi yang terlibat dan digunakan secara bersamaan. 
  2. Pasangan Elektron Bebas atau PEB merupakan pasangan elektron valensi yang digunakan secara bersamaan dan terlibat dalam pembentukan ikatan kovalen.

Ikatan kovalen sering terjadi pada unsur atau atom nonlogam yang membentuk senyawa kovalen.  Ada yang sejenis misalnya H2, N2,O2 dan sebagainya dan ada juga yang berbeda jenis misalnya H2O, CO2 dan sebagainya. 

Penggambaran ikatan kovalen dengan lambang titik lewis dapat menggunakan struktur atau rumus lewis sebagai berikut :

  1. Pasangan Elektron Ikatan atau PEI dilambangkan dengan sepasang titik atau satu garis yang berada di antara kedua atom.
  2. Pasangan Elektron Bebas atau PEB dilambangkan dengan titik-titik pada masing-masing atom.
Contoh Pasangan Elektron
Contoh Pasangan Elektron

Berbagai Macam Ikatan Kovalen

A. Berdasarkan Jumlah PEI atau Pasangan Elektron Ikatan

1. Ikatan Kovalen Tunggal

Ikatan Kovalen dengan pasangan Tunggal merupakan ikatan kovalen yang mempunyai satu Pasangan Elektron Ikatan  atau 1 PEI. Misalnya  H2, H2O dengan konfigurasi elektron H=1; O=2, 6

Ikatan Kovalen Tunggal
Ikatan Kovalen Tunggal

2. Ikatan Kovalen Rangkap Dua

Ikatan Kovalen dengan pasangan Rangkap Dua merupakan ikatan kovalen yang mempunyai dua Pasangan Elektron Ikatan  atau 2 PEI. Misalnya  O2, CO2 dengan konfigurasi elektron O=2; C=2, 4

Ikatan Kovalen Rangkap Dua
Ikatan Kovalen Rangkap Dua

3. Ikatan Kovalen Rangkap Tiga

Ikatan Kovalen dengan pasangan Rangkap Tiga merupakan ikatan kovalen yang mempunyai tiga Pasangan Elektron Ikatan  atau 3 PEI. Misalnya  N2 dengan konfigurasi elektron N=2, 5

Ikatan Kovalen Rangkap Tiga
Ikatan Kovalen Rangkap Tiga

B. Berdasarkan Kepolaran Ikatan

1. Ikatan Kovalen Polar.

Ikatan Kovalen Polar merupakan ikatan kovalen yang mana Pasangan Elektron Ikatannya lebih tertarik ke salah satu unsur atau atom yang berikatan dan sifat kepolaran ikatan kovalen akan ditentukan tingkat keelektromagnetan suatu atom.

Sehingga ikatan kovalen polar dapat terjadi jika perbedaaan keelektromagnetan antara atom-atom yang membentuk senyawa kovalen adalah besar dengan bentuk molekul asimetris serta mempunyai momen-dipol ( μ=qxr ≠ 0) 

Struktur Ikatan Kovalen Polar
Struktur Ikatan Kovalen Polar

Contoh Ikatan Kovalen Polar sebagai berikut :

Contoh Ikatan Kovalen Polar
Contoh Ikatan Kovalen Polar

2. Ikatan Kovalen Nonpolar.

Ikatan Kovalen Nonpolar merupakan ikatan kovalen yang mana Pasangan Elektron Ikatannya tertarik sama kuat ke arah unsur-unsur atau atom yang saling berikatan.

Ikatan kovalen nonpolar dapat terjadi jika perbedaaan keelektromagnetan antara atom-atom yang membentuk senyawa kovalen adalah Nol dengan bentuk molekul simetris serta mempunyai momen-dipol sama dengan nol ( μ=qxr = 0) 

Contoh Ikatan Kovalen Nonpolar sebagai berikut :

Contoh Ikatan Kovalen Nonpolar
Contoh Ikatan Kovalen Nonpolar

C. Ikatan Kovalen Koordinasi

Ikatan Kovalen Koordinasi merupakan ikatan kovalen dengan Pasangan Elektron Ikatannya adalah berasal dari salah satu unsur atau atom yang berikatan. Misalnya NH4+

NH3 + H+ → NH4+

Contoh Ikatan Kovalen Koordinasi
Contoh Ikatan Kovalen Koordinasi

Ikatan kovalen secara umum mempunyai sifat-sifat sebagai berikut :

  1. Pada suhu kamar ada yang berwujud gas, padat (I2), dan cair (Br2).
  2. Dalam bentuk padat berstruktur lunak serta tidak rapuh.
  3. Mempunyai titik leleh dan titik didih yang rendah.
  4. Sulit larut dalam pelarut air namun mudah larut dalam pelarut organik.
  5. Secara umum senyawa kovalen tidak dapat menghantarkan listrik.

Demikian Materi Ikatan Kimia beserta penjelasannya dan contoh lengkap yang dapat kami sampaikan. Semoga bermanfaat.

Baca juga :

0 Shares: